Kontroversi Gaya Hidup Jamaah Tabligh - PORTALJIHAD

Kontroversi Gaya Hidup Jamaah Tabligh

Pusat kegiatan jamaah tabligh di Indonesia ada di sebuah masjid Jami' Kebon Jeruk, Jakarta. Semoga gerakan Lillahitaala ini tetap istiqomah bersama hamba Allah yang ikhlas meninggal kehidupan dunia yang hanya sementara ini, demi menjalankan perintah Allah SWT.

Berikut ini adalah artikel yang kami ambil dari tirto.id dengan judul asli Mengenal Konsep Jamaah Tabligh. Berdasarkan catatan reporter Nama Jamaah Tabligh menghiasi pemberitaan pada awal Juni lalu ketika 16 warga negara Indonesia dipulangkan dari Marawi, sebuah kota mayoritas muslim di Filipina Selatan, sejak organisasi teroris global ISIS menguasai kota pada 23 Mei lalu. Ke-16 warga tersebut adalah anggota Jamaah Tabligh.

Penampilan fisik mereka umumnya memelihara jenggot, celana agak cingkrang, mengenakan serban atau jubah. Mereka sama sekali tidak terkait dengan gerakan ISIS.

Organisasi yang berdiri pada 1927 di kawasan dekat Delhi, India, ini dikembangkan oleh Muhammad Ilyas, seorang pendakwah yang menekankan siar agama nonpolitis. Mayoritas pengikutnya tersebar di Asia Selatan. Bagi publik awam di Indonesia, Jamaah Tabligh mungkin dikenal berkat sebagian pengikutnya dari kalangan selebritas, seperti rocker Gito Rollies, Ilsyah Ryan Reza dan Loekman Hakim dari grup band Noah, serta Salman Sakti dari Sheila on 7.

Di Jakarta, Anda bisa menemukan pusat kegiatan Jamaah Tabligh di Masjid Jami Kebon Jeruk. Ini adalah salah satu masjid kuno di kawasan barat Jakarta yang dibangun berkat peran seorang Tionghoa bernama Chau Tsien Hwu 1786. Sekarang masjid ini menjadi pusat penting dalam aktivitas dakwah Jamaah Tabligh.

Satu petang pekan lalu menjelang waktu berbuka puasa, suasana masjid dipenuhi ratusan jemaah, yang tengah bersiap menyantap kurma, kue, dan air mineral. Makanan ini ditempatkan di atas nampan bundar. Ada empat orang yang makan bersama di satu nampan tersebut.

"Ini makanan dari orang. Bentuk pengorbanan di jalan Allah," kata Ali Mahsud, anggota Jamaah dari Lampung, yang ikut makan bersama kawannya sesama asal Lampung bernama Herman dan Ahmad dari Palembang.

Jamaah Tabligh, Kok Makan Pake Satu Nampan?


No comments

Powered by Blogger.