Posts

Showing posts with the label Adab Menuntut Ilmu

Romantis, Gerindra Panggil Jokowi Kang Mas

Jakarta, Penangkapan pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menjadi sorotan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai, penangkapan itu membuktikan ucapan ketua umumnya, Prabowo Subianto. "Jangan panik dan marah ya Kangmas Joko Widodo dengan ucapan Prabowo, kalau virus korupsi di pemerintahan Kangmas Joko Widodo sudah masuk stadium empat," kata Arief dalam keterangan persnya, Kamis 20 Desember 2018. Arief berharap, para pendukung Jokowi yang lain agar tidak 'ngeyel' lagi jika ucapan Prabowo itu benar. Menurut dia, operasi tangkap tangan itu bukti pemerintahan saat ini koruptif. "Suap di Kemenpora makin membuktikan kalau pemerintahan Joko Widodo sangat koruptif dan sudah tepat kalau korupsi di era Joko Widodo sudah masuk stadium empat," katanya menambahkan. Gerindra mendesak KPK bisa mengusut tuntas suap di Kemenpora hingga ke aktor utamanya. Dia mencontohkan saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyo...

Contoh Fikih dalam kehidupan Sehari-hari dan Sumber Hukumnya

Sumber hukum fikih adalah Al-Qur'an, Hadits, Ijma', Qiyas. Fiqih adalah bidang ilmu dalam syariat islam yang membahas persoalan hukum yang mengatur aspek kehidupan manusia, baik kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan pribadi manusia dengan tuhannya. “Al-imam abu hanifah berpendapat bahwa fiqih sebagai pengetahuan seorang muslim tentang kewajiban dan haknya sebagai hamba Allah. Fiqih merupakan disiplin ilmu islam yang bisa menjadi terropong keindahan dan kesempurnaan islam, perbedaan pendapat antara para fuqoha (فقهاء)(1)menunjukkan islam memberikan kelapangan terhadapakal untuk berijtihad. Sebagaimana qaidah fiqih dan prinsip syariah yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lima aksikoma, yakni ; Agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan menunjukan bahwa ajaran ilmu ini memiliki filosofi dan tujuan yang jelas, sehingga layakuntuk diajarkan sampai akhir jaman. Ilmu fiqih adalah ilmu Allah untuk mengetahui hukum Allah yang berhubungan dengan segala amaliah sehari-hari baik berupa...

Fikih dalam Hukum Syara' Pergaulan Muammalah

TERKADANG manusia belum bisa memilih jalan yang baik dalam hidupnya. Mereka hanya memilih jalan yang mulus untuk mencapai kebahagiaan. Mereka menganggap hidup ini harus instan, manusia banyak yang menginginkan jalan yang “mulus” tanpa resiko dan “alergi” untuk melewati jalan hidup yang penuh duri, walaupun ia sadar bahwa jalan yang berduri itu yang akan membawanya pada kebahagiaan. Tidak sedikit orang yang menjalani hidupnya tanpa standar, melakukan perbuatan asal-asalan tanpa melihat standar perbuatan yang ia lakukan. Dan akhirnya melakukan perbuatan yang buruk (tercela) namun ia menganggap itu baik (terpuji). misal, ia keluar rumah dengan mengumbar auratnya, atau menutup aurat tapi tidak sempurna, pakaiannya ketat, lekuk-lekuk tubuh kelihatan. tetapi menurutnya sudah menutup aurat jadi dianggap sudah benar atau baik. Padahal memperlihatkan lekuk tubuh merupakan perbuatan yang tercela. Agar tidak salah memberi standar perbuatan baik atau buruk, maka dibutuhkan standar yang konstan...

Dalil dan Pengertian Akhlaqul Karimah

Dilihat dari segi etimologi kata ”akhlak” berasal dari bahasa arab, jamak dari  kata ”khuluk” yang artinya perangkai atau tabiat.  Ibnu Athir  dalam bukunya  ”An-nihayah” menerangkan, hakikat makna khuluk itu, ialah gambaran batin manusia yang tepat (yaitu jiwa dan sifat-sifatnya), sedang khalqu merupakan gambaran bentuk luarnya (raut muka, warna kulit, tinggi rendah tubuhnya, dan lain sebagainya). Tidak berbeda dengan pendapat Ibnu Athir ini, imam Al-Ghazali berkata pula: ” bilamana orang mengatakan si A itu baik khalqunya, berarti si A itu baik sifat lahirnya dan sifat batinya ”. Dalam pengertian sehari-hari, ”akhlak” kesusilaan” atau sopan santun dalam bahasa Indonesia, dan tidak berbeda pula dengan arti kata ”moral” atau ”ethic” Adapun kata akhlak itu sendiri bersumber dari Al-Qur’an yaitu surat Al-Qalam ayat 4 yang artinya: ”Sesungguhnya engkau (Muhammad) mempunyai budi pekerti yang luhur”.[2] Sedangkan definisi ”akhlak” menurut Ibnu Maskawih  menyataka...

Dalil dan Adab Menuntut Ilmu Lengkap dengan Sumbernya

Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya oleh Abu Zaid Amir. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, di sini abanaonline.com akan kembali menerangkan tentang adab-adab Islami yang patut dipelajari oleh setiap pendidik dan peserta didik. Jika sebelumnya kami sudah membahas adab makan dan adab tidur, maka Insyaallah kali ini akan menjelaskan bagaimana adab menuntut ilmu dalam Islam dan disertai hadits shahih. Baca Adab-adab dalam Islam Disini Menuntut ilmu adalah amalan mulia yang akan mempermudah penuntutnya jalan menuju Surga. Sehingga seorang murid dituntut untuk memperhatikan adab-adabnya saat belajar di kelas maupun dimana saja. Karena amalan yang mulia harus dilakukan dengan cara yang mulia pula. Bahkan ulama salaf dahulu sangat memperhatikan adab dalam belajar, sampai-sampai mereka mementingkan adab terlebih dahulu sebelum belajar Ilmu. Imam Malik rahimahullah berkata, تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم "Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu...

Pengertian Adab Menuntut Ilmu Lengkap dengan Dalilnya

Pengertian Adab Menuntut Ilmu Lengkap dengan Dalilnya ###Ilmu, sains, atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Belajar Mengamalkan Adab Ala Jamaah Tabligh Disini Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus diutamakan. Karena ilmu itu lebih didahulukan daripada perkataan dan perbuatan. Perhatikan hadits Rasulullah saw. di bawah ini: اِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ اِنْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى اِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اِتَّخَذَ النَّاسَ ر...